TANGGAPAN TERHADAP
SOLA SCRIPTURA – SOLA FIDE – SOLA GRATIA
(Tinjauan Alkitab, Sejarah, dan Logika)
PENDAHULUAN SINGKAT
Tiga “sola” Protestan:
Sola Scriptura → hanya Kitab Suci sebagai otoritas iman
Sola Fide → manusia dibenarkan hanya oleh iman
Sola Gratia → keselamatan hanya oleh rahmat Allah
Masalahnya:
➡ Ketiganya tidak pernah diajarkan oleh Gereja Perdana
➡ Tidak pernah diformulasikan oleh para rasul
➡ Bahkan tidak konsisten secara Alkitab dan logika
Mari kita bedah satu per satu.
I. SOLA SCRIPTURA
“Hanya Kitab Suci sebagai otoritas iman”
A. Masalah Alkitabiah
❓ Pertanyaan kunci:
Di mana Alkitab mengajarkan “hanya Kitab Suci”?
👉 Jawaban jujur: Tidak ada satu ayat pun.
1️⃣ Justru Alkitab mengajarkan TRADISI Lisan
📖 2 Tesalonika 2:15
“Berpeganglah pada ajaran-ajaran (paradosis) yang kamu terima, baik secara lisan maupun tertulis.”
➡ Paulus menyamakan otoritas:
Tradisi lisan
Tulisan (Kitab)
❌ Sola Scriptura gugur langsung.
2️⃣ Gereja mendahului Kitab Suci
📖 1 Timotius 3:15
“Gereja Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.”
❓ Jika Alkitab satu-satunya otoritas:
Mengapa Gereja disebut “dasar kebenaran”?
Mengapa bukan “Alkitab adalah tiang kebenaran”?
3️⃣ Yesus tidak pernah menulis Alkitab
Yesus mengajar secara lisan
Para rasul mengajar dan mewariskan iman
Kitab PB baru ditulis puluhan tahun kemudian
📖 Yohanes 21:25
“Masih banyak hal lain yang dilakukan Yesus, yang tidak tertulis.”
➡ Artinya:
❌ Wahyu Allah tidak dibatasi pada tulisan saja
B. Masalah Historis
❓ Siapa yang menentukan kanon Alkitab?
Fakta sejarah:
Abad 1–3 → belum ada Alkitab PB
Abad 4 → Konsili Gereja menetapkan kanon (Hippo, Kartago)
❗ Ironi besar:
Protestan memakai Alkitab yang ditentukan oleh Gereja,
tapi menolak otoritas Gereja.
➡ Logika runtuh.
C. Masalah Logika
Jika Sola Scriptura benar:
Kitab Suci harus menyebut dirinya sendiri sebagai satu-satunya otoritas
Semua ajaran harus eksplisit tertulis
Tidak boleh ada perbedaan tafsir
👉 Fakta:
Ribuan denominasi Protestan
Semua mengklaim “Alkitab saja”
Tapi ajarannya saling bertentangan
➡ Sola Scriptura = fragmentasi
II. SOLA FIDE
“Manusia dibenarkan hanya oleh iman”
A. Masalah Alkitabiah
📖 Yakobus 2:24
“Manusia dibenarkan oleh perbuatan, dan bukan hanya oleh iman.”
❗ Ini satu-satunya ayat yang menyebut “iman saja”
➡ dan justru MENOLAKNYA
1️⃣ Paulus tidak pernah mengajarkan iman tanpa ketaatan
📖 Roma 2:6–7
“Allah akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.”
📖 Galatia 5:6
“Iman yang bekerja oleh kasih.”
➡ Iman sejati:
Hidup
Aktif
Berbuah
2️⃣ Iman tanpa perbuatan = iman mati
📖 Yakobus 2:17
“Iman tanpa perbuatan adalah mati.”
❓ Apakah iman mati menyelamatkan?
➡ Tidak.
B. Masalah Historis
Tidak satu pun Bapa Gereja mengajarkan “iman saja”
Luther:
Menyebut Yakobus “surat jerami”
Menambahkan kata “allein / hanya” di Roma 3:28
➡ Doktrin ini inovasi abad ke-16
C. Masalah Logika
Jika iman saja cukup:
Mengapa Yesus menghakimi berdasarkan perbuatan? (Mat 25)
Mengapa ada perintah, hukum, dan sakramen?
Mengapa setan “percaya” tapi tidak diselamatkan? (Yak 2:19)
➡ Iman tanpa ketaatan = ilusi keselamatan
III. SOLA GRATIA
“Keselamatan hanya oleh rahmat”
A. Klarifikasi Penting (Katolik SETUJU sebagian)
✔ Katolik SETUJU:
Keselamatan berawal dari rahmat Allah
Manusia tidak bisa menyelamatkan diri sendiri
❌ Katolik MENOLAK:
Rahmat yang meniadakan kehendak bebas
Rahmat tanpa respons manusia
B. Alkitab: Rahmat + Kerja Sama Manusia
📖 1 Korintus 15:10
“Oleh kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, namun aku bekerja lebih keras.”
📖 Filipi 2:12–13
“Kerjakan keselamatanmu… karena Allah yang bekerja di dalam kamu.”
➡ Rahmat:
Inisiatif Allah
Tapi menuntut respons manusia
C. Masalah Logika
Jika rahmat bekerja sepihak:
Mengapa Allah memberi perintah?
Mengapa ada penghakiman?
Mengapa ada kemungkinan jatuh dari rahmat? (Gal 5:4)
➡ Rahmat tidak mematikan kebebasan, tapi menyembuhkannya
KESIMPULAN BESAR
Doktrin Masalah Utama Sola Scriptura Tidak alkitabiah, tidak historis, tidak logis, Sola Fide Bertentangan langsung dengan Yakobus,Sola Gratia Salah paham soal rahmat & kehendak bebas
Posisi Iman Gereja Perdana:
Kitab Suci + Tradisi Apostolik + Gereja
Iman yang hidup dan taat
Rahmat Allah yang mengundang kerja sama manusia