Banyak orang melakukannya, tapi mungkin hanya sedikit yang memahami kekuatan di baliknya.
Kebanyakan orang melakukannya dengan santai. Beberapa melakukannya dengan cepat.
Yang lain melakukannya tanpa berpikir.
Padahal, gerakan sederhana pembuka misa ini punya kekuatan dahsyat:
– Memisahkan waktu biasa dari waktu Tuhan.
– Membuka gerbang surga di dunia
Gerakan itu adalah Tanda Salib di awal Misa.
Saat imam mengucapkan:
“Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus”,
sesuatu yang tak terlihat terjadi.
Sebelum tanda salib, Anda mungkin:
– Duduk seenaknya di dalam gedung gereja
– Memikirkan kehidupan, pekerjaan, kekhawatiran
– Atau, masih menerawang sesuatu di dunia luar
Tetapi dengan Tanda Salib:
– Misa resmi dimulai
– Anda duduk di depan Tuhan
– Dunia menyingkir
– Surga menjadi pusat perhatian
Anda tidak lagi berada dalam waktu biasa.
Anda telah melangkah ke dalam waktu kudus Tuhan.
MENGAPA KITA HARUS MEMBUKA MISA DENGAN TANDA SALIB
Ketika Anda membuat tanda salib di tubuh Anda di awal Misa, Anda tegas menyatakan empat kebenaran sekaligus:
1. Anda siap memasuki misteri Tritunggal
2. Anda percaya pada Salib Kristus
3. Anda memasuki Ibadah Suci
4. Anda meninggalkan dunia di belakang Anda
Tanda Salib menarik diri Anda:
– dari kebisingan ke dalam keheningan
– dari kekeringan dunia ke dalam sukacita rohani
– dari kehidupan sehari-hari ke dalam misteri ilahi
Itulah mengapa setan menjauhinya.
Itulah mengapa Gereja memulai segala sesuatu dengan itu.
Tanda yang sama dibuat atas Anda:
– Saat Baptisan
– Saat Krisma
– Dalam pemberkatan
– Bahkan pada saat kematian
Dalam Misa, Anda memperbaruinya lagi, dengan penuh kesadaran.
GERBANG YANG MEMBUKA SURGA
Di Gereja mula-mula, orang Kristen memahami hal ini dengan jelas: Tanda Salib adalah ambang batas.
Setelah dibuat:
– Malaikat hadir
– Kristus bertindak sebagai Imam Besar
– Surga dan dunia menyatu
Inilah mengapa Misa bukanlah drama, ceramah, atau pertemuan. Ini adalah peristiwa surgawi, dan tanda salib adalah gerbang masuknya.
MENGAPA TIDAK BOLEH DILAKUKAN SECARA SEMBRONO
Ketika kita terburu-buru membuat Tanda Salib, kita melewati momen surga terbuka, secara sembrono.
Ini seperti:
– Berlari melewati pintu saat pintu itu baru saja terbuka
– Mengabaikan seorang raja yang baru saja memasuki ruangan
Gereja mengajak kita untuk melakukannya:
– Perlahan
– Dengan penuh hormat
– Dengan penuh kesadaran
Karena ini adalah saat ketika:
Gerbang surga terbuka, dan kita bertemu dengan Yang Kudus
INGATLAH! Setiap kali Anda membuat tanda salib saat Misa dimulai:
– Anda sedang menyeberangi batas
– Anda sedang menanggalkan yang duniawi
– Anda sedang melangkah ke hadirat Tuhan
Satu gerakan sederhana.
Satu momen sakral.
Satu pintu gerbang, antara surga dan dunia.
“DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.”