Pernahkah Anda memasukkan persembahan Anda ke dalam keranjang dan bertanya-tanya dalam hati,
“Mengapa kita melakukan ini?”
“Apakah Tuhan meminta uang?”
“Apakah persembahan kecil saya benar-benar berarti?”
Mari kita luangkan waktu sejenak dan pahami tindakan kuno dan sangat spiritual ini.
— Persembahan Lebih Tua dari Bangunan Gereja
Sejak awal Kitab Suci, persembahan adalah cara manusia menanggapi Tuhan.
Abel mempersembahkan yang terbaik dari kawanan dombanya.
Abraham mempersembahkan korban dalam ketaatan.
Janda itu mempersembahkan dua koin kecil dan Yesus memujinya melebihi orang kaya.
Persembahan bukanlah tentang uang.
Ini tentang hati yang berkata,
“Segala sesuatu yang kumiliki berasal dari-Mu.”
— Persembahan Adalah Tanda Syukur
Ketika kita memberi, kita berkata,
“Tuhan, terima kasih atas hidup, nafas, perlindungan, rezeki, dan rahmat-Mu.”
Kita tidak membayar Tuhan.
Kita bersyukur kepada Tuhan.
Keranjang persembahan bukanlah penagih hutang.
Itu adalah altar ucapan syukur.
— Persembahan Adalah Partisipasi dalam Kurban Misa
Selama Misa, imam mempersembahkan roti dan anggur.
Tetapi umat juga mempersembahkan sesuatu.
Persembahan Anda mewakili
– pekerjaan Anda
– perjuangan Anda
– pengorbanan Anda
– seluruh hidup Anda
Ketika diletakkan di altar secara spiritual, persembahan Anda menjadi bagian dari kurban yang dipersembahkan kepada Tuhan.
— Persembahan Mendukung Misi Gereja
Gereja bersifat spiritual tetapi juga hidup di dunia nyata.
Persembahan membantu
– memelihara gereja
– mendukung para imam dan seminaris
– merawat kaum miskin
– mendanai penginjilan
– menjaga agar sakramen tetap tersedia
Memberi adalah cara umat Katolik secara kolektif memikul beban Gereja.
— Persembahan Melatih Jiwa dalam Pelepasan
Uang dengan mudah menjadi berhala.
Persembahan mematahkan kekuatannya.
Setiap kali Anda memberi, Anda mengatakan kepada jiwa Anda
“Aku lebih percaya kepada Tuhan daripada hartaku.”
Itulah kebebasan spiritual.
— Tuhan Melihat Hati, Bukan Jumlahnya
Yesus tidak memuji pemberian terbesar.
Ia memuji pemberian yang paling penuh kasih.
Persembahan kecil yang diberikan dengan iman lebih menyenangkan Tuhan daripada persembahan besar yang diberikan tanpa kasih.
— Jadi Mengapa Kita Memberi Persembahan?
Kita memberi karena
– Tuhan terlebih dahulu memberi kepada kita
– rasa syukur harus diungkapkan
– ibadah melibatkan pengorbanan
– Gereja harus hidup
– hati harus dilatih dalam kemurahan hati
Lain kali keranjang persembahan datang kepada Anda
Jangan memberi dengan sembarangan
Jangan memberi dengan enggan
Berilah dengan penuh doa
Ucapkan dengan tenang
“Tuhan, kuserahkan hidupku kepada-Mu.”
Tuhan memberkati ❤