
Umat Kristiani di seluruh dunia memperingati Hari Doa Sedunia ke-11 untuk Pemeliharaan Ciptaan, sekaligus membuka masa ekumenis selama satu bulan yang diisi dengan doa dan aksi nyata bagi lingkungan.
Oleh Linda Bordoni
Memperingati Hari Doa Sedunia ke-11 untuk Pemeliharaan Ciptaan pada 1 September, umat Kristiani di seluruh dunia diajak untuk bersatu dalam doa dan tindakan nyata demi melindungi ciptaan. Hari tersebut sekaligus menandai dimulainya Masa Penciptaan tahunan, yang berlangsung hingga 4 Oktober, bertepatan dengan pesta Santo Fransiskus dari Asisi.
Di tengah dunia yang terus menyaksikan penderitaan dan kehancuran akibat krisis iklim—yang, sebagaimana berulang kali ditekankan Paus Leo XIV, memiliki keterkaitan erat dengan konflik, pengungsian, dan ketidakadilan serta turut memperburuk ketiganya—semua orang yang berkehendak baik diajak untuk ambil bagian dalam prakarsa ekumenis ini.
Didukung dan dipromosikan oleh berbagai organisasi, termasuk Laudato Si’ Movement, Dewan Gereja-Gereja Sedunia, Federasi Lutheran Sedunia, dan Komuni Anglikan, Hari Doa untuk Ciptaan ini berakar pada tradisi yang telah berlangsung hampir tiga dekade.
Tonggak-tonggak penting
Peringatan ini pertama kali ditetapkan pada 1989 oleh Patriark Ekumenis Dimitrios I, yang menetapkan 1 September sebagai Hari Doa untuk Ciptaan bagi Gereja Ortodoks. Tanggal tersebut menandai awal tahun gerejawi Ortodoks sekaligus mengingatkan pada kisah penciptaan dunia dalam Kitab Suci.
Pada 2007, “Pertemuan Ekumenis Eropa Ketiga” mengusulkan agar peringatan tersebut diperluas menjadi lima minggu. Dewan Gereja-Gereja Sedunia kemudian mengundang komunitas-komunitas Kristiani di seluruh dunia untuk melanjutkan perayaan tersebut hingga 4 Oktober.
Pada 2015, tidak lama setelah ensiklik Laudato Si’ diterbitkan, Paus Fransiskus menetapkan Hari Doa Sedunia untuk Pemeliharaan Ciptaan dalam Gereja Katolik. Langkah ini menyelaraskan peringatan tersebut dengan tradisi Ortodoks pada 1 September dan secara resmi merangkul Masa Penciptaan.
Dekret Paus Leo XIV yang menetapkan Missa pro custodia creationis, bersama dengan tata perayaan baru untuk Misale Romawi, menjadi langkah lebih lanjut dalam komitmen Gereja Katolik untuk menanggapi jeritan bumi dan jeritan kaum miskin. Langkah ini juga mendukung Gereja-Gereja lokal dalam upaya merawat rumah kita bersama serta membuka jalan-jalan baru menuju ekologi manusia yang integral.
01 Sep 2026