- PERTANYAAN 002 (DARI PIK)
Ilmu pengetahuan sejauh ini menunjukan bahwa alam semesta tak terbatas dan memiliki sistim yang sangat menakjubkan berfungsi termasuk bumi tempat kita bermukim. Namun manusia masih menyederhanakan kemampuan, kebesaran dan kemurahanNya dengan bahasa manusia yang dibatasi ego kedagingannya, transaksional, sehingga kemudian banyak terjadi pertikaian dan peperangan mengatas namakan Tuhan. Apa ajaran Jesus yang tepat menggambarkan uraian di atas?
- JAWABAN
Allah menciptakan dunia dan segala isinya tidak tanpa alasan. Dunia dan segala isinya diciptakan untuk kemuliaan Allah dan menampilkan kebesaran-Nya. Dalam ciptaan-Nya Allah bermaksud menciptakan manusia yang secitra dengan Allah, dan untuk itulah bumi dan segala isinya diciptakan secara baik adanya di mata Allah, atau sempurna di mata manusia. Maksudnya supaya itu dipersiapkan untuk manusia citra Allah ini, agar sebagaimana Allah menguasai semesta, demikian juga dengan kuasa yang diberikan Allah kepadanya, manusia dipercayakan untuk menguasai bumi dan segala isinya. Itulah kreasi Allah yang Maha besar dan dahsyat. Kuasa dan daya kreasi itu dianugerahkan Allah kepada manusia untuk menguasai, menaklukkan dan mengembangkan dunia dan segala isinya. Maka Allah menciptakan dunia dan segala isinya baik adanya sesuai rancangan-Nya, dengan maksud agar apa yang diharapkan Allah terwujud. Nyatanya dosa merasuki manusia Adam dan Hawa, dan terus terjadi dalam sejarah bangsa Israel bahkan sampai sekarang ini, dan akibat dari dosa adalah terputusnya hubungan antara Allah dan manusia. Tuhan kita Yesus Kristus diutus Bapa untuk memulihkan hubungan yang terputus itu, agar manusia, dalam Dia, beroleh penebusan dan diangkat kembali ke martabat anak-anak Allah, dan dengan demikian diopulihkan identitasnya sebagai citra Allah, serta dihantar kepada kehidupan kekal.
Pertikaian dan permusuhan antar manusia, apalagi mengatas namakan Tuhan, sama sekali tidak selaras dengan rencana kebaikan dan keselamatan ini. Yesus memberikan kepada kita perinta untuk mengasihi. Lebih lagi, Yesus mengajari kita untuk mengampuni 77 x 7 kali, atau terus menerus mengampuni. Yesus bahkan mengajarkan kita semua untuk mengasihi musuh kita dan mendoakan mereka. Sama sekali tidak ada ajaran tentang kebencian yang diajarkan Yesus. Fokus utama pengajaran Yesus adalah Perintah cinta kasih yang merangkum segala kebaijikan dan keutamaan yang harus dilakukan manusia, dan bukannya pertikaian dan pertentangan atau peperangan.
Ketahuilah kita hidup dalam perbedaan agama dan kultur, dengan pandangan dan paham yang berbeda-beda. Tak perlu kita terbawa arus perkelahian. Jangankan non-kristen, kelompok-kelompok Kristen dari awal sudah menyerang Gereja Katolik dari segi apa saja, entah apa alasan mereka, padahal dari awal Gereja Katolik tak pernah menyerang Gereja lain. Para imam tak mengucapkan kata-kata permusuhan pada mimbar-mimbar peweartaan, anehnya mimbar-mimbar di gereja-gereja kristen denominasional tertentu kerap dipakai untuk menyulut benih permusuham.
Akhir-akhir ini para apoleget Katolik mulai angkat suara dan menentang tuduhan yang salah terhadap Gereja Katolik, supaya umat Katolik paham betul terhadap kebenaran ajaran Gereja Katolik. Sama sekali salah kaprah, para apologet Katolik ini malah difitnah menyerang kelompok denominasi lain itu, sangat miris. Maka berhentilah setiap pertentangan dan konflik. Semua aliran Kristen, siapapun dia yang melakukan aktivitas seperti itu, tidak sesuai dengan Injil, tidak Kristen, menyebut diri kristen tetapi tindakannya kafir. Para apoleget Katolik hendaknya bersikap sabar, jawablah pertanyaan dan tuduhan dengan santun dan terhormat menghadapi serangan kaum kristen denominasional yang beringas. Jangan ikut-ikutan beringas, karena kita Gereja yang harus hidup seesuai dengan Injil, dan berdiri di tegak di atas kebenaran iman, karena kita umat Katolik harus menampilkan identitas kita sebagai orang Kristen yang asli dan bukan orang Kristen tempelan.