KHARISMA DAN SPIRITUALITAS RP. JULES CHEVALIER
(1824–1907)
Sangat membantu jika kita membedakan antara kharisma Chevalier dan spiritualitasnya. Kharisma adalah suatu Karunia khusus dari Roh Kudus yang memperkaya seorang Pendiri dengan suatu visi yang menarik orang untuk bergabung dengannya dalam melaksanakan suatu misi sepanjang hidup. Kharisma dapat dibandingkan dengan nyala api yang menyalakan hati seorang Pendiri dan terus berkobar sepanjang hidupnya, serta menyalakan api yang serupa di dalam hati putra-putri rohaninya. “Apa yang kita lakukan dengan api itu, bagaimana kita menyalurkannya, itulah spiritualitas kita,” demikian pernyataan Ronald Rolheiser dalam bukunya “The Holy Longing” (hlm. 6–7). Kharisma selalu diwujudkan dalam suatu spiritualitas, sebagaimana nyala api berkobar di dalam api. Spiritualitas yang terlepas dari kharisma akan menjadi kering; kharisma yang tidak diwujudkan dalam suatu spiritualitas menjadi tidak berdaya.
Ketika membaca tentang kharisma dan spiritualitas Pater Chevalier, kita harus mengingat bahwa ia hidup di Prancis pada abad ke-19. Cara ia menyalurkan api yang berkobar dalam hatinya, yaitu cara ia mengungkapkan kharismanya ke dalam suatu spiritualitas, dibentuk oleh mentalitas Eropa pada zamannya. Sekarang kita hidup pada abad ke-21 dan dalam budaya-budaya yang berbeda. Pater Cuskelly, mantan Superior Jenderal MSC, mempertimbangkan cara Pater Chevalier menghayati Devosi kepada Hati Kudus di Prancis abad ke-19. Ia menunjukkan bahwa dewasa ini akan lebih tepat berbicara tentang “Spiritualitas Hati” daripada “Devosi kepada Hati Kudus”. Sebab, menurutnya, sekarang istilah “Devosi kepada Hati Kudus” tidak lagi memiliki makna yang sama seperti pada zaman Pater Chevalier.
Namun, ketika kita membiarkan diri kita digerakkan oleh antusiasme Pater Chevalier, kharismanya—semangat besar yang berkobar dalam hatinya—tetap relevan untuk menghadapi tantangan dalam masyarakat dan kehidupan keluarga modern. Sebagaimana Chevalier tidak pernah lelah menyebarkan Devosi kepada Hati Kudus dalam masyarakat pada zamannya, semangat yang sama hendaknya membimbing kita dalam menghayati dan menyebarluaskan Spiritualitas Hati dalam masyarakat dewasa ini. Atau, sebagaimana dikatakan oleh Pater Dennis Murphy MSC: “Berbagi dalam ‘pengalaman akan Roh’ yang dialami sendiri oleh Pater Chevalier berarti menerima karunia untuk menemukan kembali antusiasmenya pada zaman sekarang, suatu antusiasme yang memampukannya melewati kesulitan dan kekecewaan yang luar biasa.”
MOMEN REFLEKSI
“Penelitian terhadap masa lalu akan menjadi sia-sia,
kecuali penelitian itu mempersiapkan kita untuk mengalami ‘pengalaman akan Roh’ yang sama yang menggerakkan Pendiri kita.
Hal ini tidak berarti
bahwa kita diminta meniru setiap detail kehidupan Pater Chevalier;
tugas kita adalah menemukan keprihatinan-keprihatinannya yang hakiki.
Daya kreatif Roh
dapat menghidupkannya kembali dalam diri kita dewasa ini dengan cara-cara baru
dan membantu kita berkontribusi pada Misi Gereja.”
(Dennis Murphy MSC)