- PERTANYAAN (dari PIK) : DOA YANG MEMBIUS SESEORANG?
Doa yang tidak diimbangi dengan tindakan nyata dan kesadaran bisa membuat manusia kehilangan daya cipta dan tanggung jawabnya. Dengan kata lain, doa yang sejati menyalakan nalar dan keberanian, bukan membiusnya. Apakah kalimat di atas sejalan dengan ajaran Jesus?
- JAWABAN
Pertama-tama doa adalah bentuk komunikasi penuh kasih dan iman antara umat beriman dengan Allah Tritunggal Mahakudus. Dalam Doa, kita masuk dalam hubungan yang dekat dan personal dengan Allah. Demikian, sudah jelas bahwa doa itu lebih luas dari sekedar memanjatkan doa permohonan. Menyampaikan doa permohonan adalah salah satu unsur dalam doa. Kita mengucap syukur kepada Allah tanpa doa permohonan, itu pun adalah sebuah doa. Kita meratap karena sedih dan kecewa lalu menuangkannya dalam doa, tanpa bermohon, itu juga adalah sebuah doa. Dalam keheningan, tanpa mengatakan satu kata pun, hanya untuk mendengarkan Allah berbicara dalam keheningan lewat lubuk hati dan budi kita, itu pun adalah sebuah doa.
Pertanyaan itu barangkali lebih khusus mengarah kepada doa permohonan. Jika kita asal berdoa dan meminta apapun yang kita sukai, apalagi sesuka hati, lalu kita tidak mau mengusahakannya, dan tidak juga turut berjuang untuk mengupayakannya, seraya mengharap saja rezeki atau apa yang kita pohonkan segera jatuh dari langit, tanpa upaya, usaha dan kerja keras, bagaikan menang undian kupon berhadiah, itulah yang keliru.
Kita ingat Yesus berkata dalam Matius 7:7-8, “Mintalah maka akan diberikan kepadamu, carilah maka kamu akan mendapat, ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Mat. 7:7-8; TB2). Jelas di situ ada doa permohonan (mintalah), juga ada usaha (carilah), dan ada perjuangan dan kerja keras (ketuklah), karena kerap kali kita sudah berusaha tapi pintu masih tertutup, maka harus ada perjuangan dan kerja keras, tak kenal lelah. Barulah dengan demikian suatu permohonan bisa terkabulkan, dan kerap butuh waktu dan proses, bisa juga panjang rentangan waktunya. Rasul Paulus berkata “ Kita tahu bahwa Dia turut bekerja dalam segala sesuatu demi kebaikan orang-orang yang mengasihi Allah” (Rm. 8:28; TB2). Bersama dengan usaha kita yang besar, tentu Allah turut mengerjakan yang terbaik, demi kebaikan kita, dan bukan demi kesenangan dan ambisi manusiawi kita.
Berhati-hatilah dalam membaca Yoh. 15:7 “Jikalau kamu tinggl di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa yang kamu kehendaki, maka akasn diberikan kepadamu (TB2). Itu tidak berarti apa saja yang kita minta akan dikabulkan, tidak sama sekali. Ada syaratnya yaitu, kalau kita tinggal dalam Yesus dan Firman-Nya tinggal dalam kita. Itu berarti hidup kita, pikiran, perasaan, hati dan keingan kita sudah selaras dengan Firman Tuhan, dan kita ada dalam hubungan dekat dengan Yesus, sehingga kita berusaha menyerupai Yesus dalma tindak tanduk, hati dan budi serta seluruh kemanusiaan kita. Jika demikian maka doa permohonan kita tidak akan keliru tapi selaras dengan kehendak Allah. Dalam arti inilah kita bisa memahami perkataan Yesus, “Segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, akan diberikan-Nya kepadamu (Yoh. 16:23;TB2)”. Itu berati bukan soal nama Yesus, tetapi soal kualitas hidup kita yang pantas dan selaras dengan nama Yesus itu, semakin dekat dan mirip dengan hidup Yesus, maka keinginan, harapan dan permohonan kita akan sangat bersesuaian dengan kehendak Allah dan bukan demi kesenangan manusiawi, apalagi ambisi dan kejahatan manusia.
Jelaslah doa itu bukan obat bius bagi seseorang, sehingga buta nalar dan keberanian, hilang komitmen dan arah, itu sudah jelas keliru. Doa itu seharusnya selaras dengan kehendak Allah, demi kebaikan manusia, seturut Firman Allah, dan bukan demi kepentingan ego manusia. Doa kita semestinya membangkitkan iman, mengembangkan kreativitas dalam usaha, dan mempertebal semangat, perjuangan dan komitmen serta tanggung jawab untuk mencapai hal yang berkenan di mata Tuhan untuk kepentingan kita, sesama, Gereja dan masyarakat. Sebagaiman iman tanpa perbuatan adalah mati (bsk. Yak, 2:17), demikian juga doa tanpa usaha, tak ada gunanya. Demikian jawaban saya, semoga membantu. (Viany MSC)