Mengapa Sekte Satanis Sering Menista Gereja Katolik?
Ini Jawabannya.
(Mgr. Inno Ngutra)
Pernah bertanya:
kenapa yang sering jadi sasaran penistaan itu justru hosti, tabernakel, salib, patung Maria, imam, Paus, dan gereja Katolik?
Kenapa bukan agama lain?
Kenapa Katolik terus?
[berdasarkan testimoni para survivor sekte satanis]
Ini bukan kebetulan. Ini soal siapa yang paling mempresentasikan Kristus di dunia.
Dalam iman Katolik,
Ekaristi bukan simbol.
Bukan hiasan.
Bukan formalitas.
Itu Tubuh dan Darah Kristus yang nyata!
Sudah banyak kesaksian dan mukjizat tentangnya.
Karena itu yang diserang duluan adalah hosti kudus.
Karena itu tabernakel dirusak.
Setan tidak menyerang sesuatu yang kosong.
Ia menyerang realitas yang sungguh mengancam kerajaan mereka.
Gereja Katolik satu-satunya yang punya:
1. Sakramen lengkap
2. Imamat apostolik
3. Eksorsisme resmi
4. Tradisi Iman Rasuli (Apostolik) 2000 tahun
5. Otoritas rohani dunia
Ini bukan organisasi biasa.
Ini adalah Tubuh Kristus yang nyata.
Maka Paus harus dihina.
Imam musti dilecehkan.
Biarawan wajib diejek.
Umatnya selalu dicemooh.
Karena Gereja ini sungguh-sungguh tegak berdiri melawan relativisme dan kegelapan.
Lebih dari itu:
Banyak orang dari dunia gelap, ateisme ekstrem, okultisme, bahkan satanisme… akhirnya pulang ke Katolik.
Mereka menemukan:
1. Pengampunan
2. Sakramen
3. Damai sukacita
4. Kepastian Teologi
5. Kristus yang hidup
Setiap pertobatan = keruntuhan kuasa gelap.
Maka Gereja diserang terus, supaya orang tidak mendekat.
Tapi Yesus sudah bilang:
“Pintu neraka tidak akan menguasainya.”
Kalau Gereja tidak penting, ia tidak akan diserang.
Kalau iman tidak bernilai, ia tidak akan dihina.
Kalau Ekaristi tidak kudus, ia tidak akan dinistakan.
Justru karena kudus, ia ditargetkan.
Dan tugas kita bukanlah membalas dengan amarah. Melainkan lawan dengan:
🙏 Doa
🔥 Adorasi
✝️ Kesetiaan
💙 Kesaksian hidup
Semakin dunia gelap, semakin kita bersinar.
Semakin iman dihina, semakin kita setia.
Semakin Gereja diserang, semakin Kristus dimuliakan.
Tetap Katolik.
Tetap setia.
Tetap di dalam Kristus.