APA ITU KONGGREGASI TMM

Apa itu Konggregasi TMM

Kongregasi Tarekat Maria Mediatrix (TMM) adalah sebuah kongregasi religius perempuan dalam Gereja Katolik yang menghimpun para wanita yang dipanggil Allah untuk mengabdikan seluruh hidupnya melalui hidup bakti. Para anggotanya, yang dikenal sebagai Suster TMM, menghayati panggilan religius dengan mengikrarkan kaul kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan, serta mempersembahkan hidup mereka bagi pelayanan Gereja dan masyarakat dalam semangat kasih Kristus.

Tarekat Maria Mediatrix didirikan pada 1 Mei 1927 di Langgur, Kepulauan Kei, Maluku, oleh Mgr. Joannes Aerts, MSC Vikaris Apostolik Amboina. TMM dikenal sebagai kongregasi religius suster pribumi pertama di Indonesia, sebuah tonggak penting dalam sejarah Gereja Katolik Indonesia. Pendirian kongregasi ini merupakan buah dari visi misioner Mgr. Joannes Aerts untuk menghadirkan sebuah lembaga hidup bakti yang memberi kesempatan kepada putri-putri Indonesia menghayati panggilan religius secara mendalam dan mengambil bagian dalam karya perutusan Gereja melalui kesaksian hidup dan pelayanan.

Nama Maria Mediatrix berasal dari gelar Santa Perawan Maria sebagai Maria Pengantara Rahmat (Maria Mediatrix Gratiarum). Gelar ini mengungkapkan peran istimewa Bunda Maria dalam karya keselamatan, yaitu sebagai pribadi yang, atas kehendak Allah, bekerja sama secara unik dalam menghadirkan Kristus kepada dunia. Dengan menjadikan Maria sebagai pelindung dan teladan, para Suster TMM dipanggil untuk meneladani iman, kerendahan hati, ketaatan, kasih, dan kesediaan Maria dalam melaksanakan kehendak Allah serta menghadirkan Kristus kepada setiap orang melalui hidup dan pelayanan mereka.

Spiritualitas Kongregasi TMM berpusat pada Yesus Kristus sebagai sumber dan tujuan seluruh hidup religius. Persatuan yang mendalam dengan Kristus dipupuk melalui kehidupan doa, perayaan Ekaristi, permenungan Sabda Allah, devosi kepada Bunda Maria, serta kehidupan persaudaraan dalam komunitas. Dari kehidupan rohani yang kokoh inilah para suster memperoleh kekuatan untuk melaksanakan perutusan mereka dengan semangat pengabdian, kesederhanaan, dan sukacita Injil.

Sebagai bagian dari misi Gereja, Kongregasi TMM mengambil bagian dalam karya evangelisasi melalui berbagai bentuk pelayanan sesuai dengan kebutuhan zaman. Karya-karya tersebut diwujudkan dalam bidang pendidikan, kesehatan, pastoral, pelayanan sosial, pendampingan anak-anak, kaum muda, keluarga, orang sakit, lanjut usia, serta berbagai pelayanan kemanusiaan lainnya. Dalam setiap bidang karya, para suster berusaha menghadirkan wajah Gereja yang penuh belas kasih, menghadirkan harapan, serta menjadi saksi kasih Allah bagi semua orang tanpa membedakan suku, budaya, maupun latar belakang.

Kehidupan dalam Kongregasi TMM tidak semata-mata diarahkan pada pelaksanaan karya-karya kerasulan, tetapi terutama pada pembentukan pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Hidup dalam doa, persaudaraan, disiplin, kesederhanaan, dan semangat pengorbanan menjadi jalan pembinaan yang terus-menerus agar setiap anggota bertumbuh dalam kekudusan dan kesetiaan terhadap panggilannya.

Sejak awal berdirinya hingga saat ini, Kongregasi Tarekat Maria Mediatrix terus berkembang sebagai anugerah Allah bagi Gereja dan bangsa Indonesia. Berakar pada warisan rohani yang ditanamkan oleh Mgr. Joannes Aerts, MSC para Suster TMM senantiasa berusaha menghidupi karisma kongregasi dengan setia, menjawab berbagai tantangan zaman, serta mengambil bagian dalam perutusan Gereja untuk mewartakan Injil melalui kesaksian hidup, pelayanan yang penuh kasih, dan pengabdian tanpa pamrih.

Dengan demikian, Kongregasi Tarekat Maria Mediatrix merupakan persekutuan hidup bakti yang dipanggil untuk mengikuti Kristus secara lebih dekat dengan meneladani Bunda Maria sebagai Pengantara. Melalui doa, kehidupan komunitas, dan pelayanan yang berakar pada kasih, para Suster TMM terus berupaya menjadi tanda kehadiran Kerajaan Allah di tengah dunia serta menghadirkan kasih Kristus yang menyelamatkan bagi setiap orang.

PERSYARATAN CALON TMM

  1. (SYARAT-SYARAT)
    1. Beragama Katolik
    2. Sehat fisik dan mental
    3. Pendidikan minimal SMTA/SLTA
    4. Berusia sekurang-kurangnya 18 tahun
  2. DOKUMEN YANG HARUS DIBAWA
    1. Surat izin orang tua/wali untuk masuk Biara
    2. Surat keterangan dari Pastor Paroki setempat
    3. Foto coppy ijazah yang sudah dilegalisir: SMU/SMK masing-masing 2 lembar
    4. Akte kelahiran
    5. KTP (Surat Keterangan Penduduk) yang masih berlaku (jika ada)
    6. Surat pengalaman kerja (kalau ada)
    7. Kartu BPJS Kesehatan/ KIS (jika ada)

    No. Kontak: 081354721293