Setiap masuk masa Prapaskah, suasana Misa langsung terasa berbeda.
Warna ungu.
Lagu lebih sederhana.
Dan… tiba-tiba Gloria tidak dinyanyikan.
Bahkan Alleluya pun menghilang.
Kenapa ya?
Apakah Gereja “mengurangi pujian”?
Apakah kita jadi kurang memuliakan Tuhan?
Jawabannya: justru sebaliknya.
✝️ 𝗣𝗿𝗮𝗽𝗮𝘀𝗸𝗮𝗵 𝗜𝘁𝘂 𝗠𝗮𝘀𝗮 𝗛𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴, 𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝘀𝘁𝗮
Prapaskah adalah perjalanan 40 hari bersama Yesus menuju salib.
Ini masa:
● refleksi diri
● pertobatan
● doa lebih dalam
● puasa dan pengendalian diri
Sementara Madah Kemuliaan (Gloria) adalah nyanyian pujian meriah:
“Kemuliaan kepada Allah di surga…”
Nuansanya sukacita besar.
Maka selama Prapaskah, Gloria “ditahan”.
Bukan dihapus.
Bukan dilarang selamanya.
Tapi disimpan.
Seperti kita menahan diri dari makanan tertentu saat puasa, liturgi pun berpuasa dari kemeriahan.
Dan nanti…
Saat Vigili Paskah, ketika lonceng berbunyi dan Gloria kembali dinyanyikan — rasanya luar biasa.
Karena kita sudah melewati keheningan.
🌅 𝗟𝗮𝗹𝘂 𝗞𝗲𝗻𝗮𝗽𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗲𝗹𝘂𝘆𝗮 𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗕𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗗𝗶𝗻𝘆𝗮𝗻𝘆𝗶𝗸𝗮𝗻?
Alleluya artinya: “Pujilah Tuhan!”
Ini adalah seruan kemenangan. Seruan kebangkitan.
Sejak zaman Gereja awal, Alleluya memang “dihentikan” selama Prapaskah.
Karena Prapaskah bukan perayaan kemenangan,
melainkan perjalanan menuju salib.
Bayangkan kalau setiap minggu kita tetap menyanyikan Alleluya dengan meriah.
Maka saat Paskah tiba, tidak ada lagi rasa klimaks. Tidak ada ledakan sukacita.
Gereja itu bijak.
Ia mendidik rasa rohani kita.
Ada waktu bersorak.
Ada waktu hening.
💟 𝗚𝗲𝗿𝗲𝗷𝗮 𝗦𝗲𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸 𝗛𝗮𝘁𝗶 𝗞𝗶𝘁𝗮
Dengan meniadakan Gloria dan Alleluya, Gereja mengajak kita:
✔ Belajar rendah hati
✔ Masuk dalam suasana tobat
✔ Menghayati penderitaan Kristus
✔ Menanti kebangkitan dengan rindu
Karena tanpa salib, kemuliaan jadi dangkal.
Tanpa hening, sukacita jadi biasa.
Prapaskah itu seperti menarik napas panjang…
Agar saat Paskah tiba, kita bisa bersorak dengan segenap hati.
Mari jalani Prapaskah ini bukan sekadar mengganti lagu,
tetapi mengganti hati.
Supaya ketika Alleluya kembali dikumandangkan,
itu bukan hanya suara dari bibir —
tetapi teriakan sukacita dari jiwa yang sudah diperbarui.