Arti KATA HALELUIA

Arti KATA HALELUIA

Anda mendengarnya setiap hari Minggu di Misa (kecuali selama Masa Prapaskah) kata penuh sukacita yang kita nyanyikan sebelum Injil: Haleluya!

Tetapi apa sebenarnya artinya?

“Haleluya” berasal dari frasa Ibrani kuno “Hallelu-Yah,” yang secara harfiah berarti “Pujilah Tuhan!” atau lebih dalam lagi, “Pujilah Yah(weh)”—memuji Satu-satunya Allah yang Sejati, “AKU ADA” yang agung yang menyatakan Diri-Nya kepada Musa.

Gereja mempertahankan kata Ibrani suci ini tanpa diterjemahkan karena begitu murni dan penuh kuasa. Ini bukan hanya sebuah kata—ini adalah luapan sukacita, seruan kemenangan, ucapan syukur, dan kemenangan!

Dalam Alkitab, “Haleluya” terutama muncul dalam Mazmur (kitab doa umat Allah) dan bergema di surga itu sendiri dalam Kitab Wahyu, di mana para santo dan malaikat menyanyikannya dalam pujian yang tak berkesudahan.

Di Misa: Kita berdiri dan menyanyikan Haleluya untuk menyambut Kristus yang akan berbicara kepada kita dalam Injil.

 Ini adalah cara kita mengatakan: “Tuhan, kami siap mendengar-Mu! Pujian bagi-Mu!”

Ini mengungkapkan sukacita karena Yesus telah menaklukkan dosa dan kematian.

Itulah mengapa Gereja “menyembunyikan” Alleluia selama Masa Prapaskah—agar ketika Paskah tiba, ia meledak dengan makna dan perayaan yang lebih besar! Keheningan membuat sukacita kebangkitan bergema lebih keras.

Jadi, lain kali Anda menyanyikan Alleluia di Misa, biarkan itu datang dari lubuk hati Anda—itu lebih dari sekadar musik. Itu adalah pujian, kemenangan, dan kasih kepada Tuhan yang selalu layak menerima semua sukacita kita.

Alleluia! Pujilah Tuhan!