APA ITU OPUS DEI?

Sejarah, Cara Hidup, Misi, dan Perannya dalam Gereja Katolik

“Sebagian umat Katolik pernah mendengar namanya. Yang lain pernah membacanya dalam novel atau menonton film dokumenter yang menggambarkannya sebagai sesuatu yang misterius atau tertutup. Namun, apa sebenarnya Opus Dei itu? Apakah itu sebuah ordo religius? Sebuah perkumpulan? Sebuah gerakan? Atau sesuatu yang sama sekali berbeda? Gereja Katolik memiliki jawaban yang jelas.”

Di antara banyak lembaga dalam Gereja Katolik, Opus Dei mungkin merupakan salah satu yang paling banyak dibicarakan, dan sering kali salah satu yang paling disalahpahami. Budaya populer terkadang menggambarkannya secara sensasional, tetapi kenyataannya jauh lebih indah, biasa, dan berakar kuat dalam misi Gereja.

  1. APA ARTI “OPUS DEI”?
    Opus Dei adalah ungkapan dalam bahasa Latin yang berarti “Karya Allah.”

Nama tersebut mencerminkan pesan utamanya:
Setiap orang Kristen yang telah dibaptis dipanggil untuk mencapai kekudusan, tidak hanya di gereja atau biara, tetapi juga melalui kehidupan sehari-hari yang biasa.

Pekerjaan, kehidupan keluarga, studi, persahabatan, dan tanggung jawab sehari-hari semuanya dapat menjadi jalan menuju kekudusan ketika dipersembahkan kepada Allah dengan cinta.

  1. SIAPA YANG MENDIRIKAN OPUS DEI?
    Opus Dei didirikan pada tanggal 2 Oktober 1928 di Madrid, Spanyol, oleh St. Josemaría Escrivá, seorang imam Spanyol yang kemudian dikanonisasi sebagai santo.

Saat sedang mengikuti retret, Pastor Josemaría menerima ilham bahwa Allah memanggil pria dan wanita biasa untuk menjadi orang suci tanpa meninggalkan pekerjaan mereka yang biasa.

Pesannya sangat revolusioner pada masa itu:
Kesucian tidak hanya diperuntukkan bagi para imam, biarawan, atau biarawati.

Setiap orang Kristen dapat menjadi orang kudus melalui pekerjaan biasa yang dilakukan dengan luar biasa baik demi kemuliaan Allah.

  1. APAKAH OPUS DEI MERUPAKAN ORDO RELIGIUS?
    Tidak.

Opus Dei bukanlah:

  • ordo religius,
  • kongregasi,
  • biara,
  • atau perkumpulan.

Sebaliknya, sejak tahun 1982, Opus Dei merupakan Prelatur Pribadi dalam Gereja Katolik.

Saat ini, Opus Dei adalah satu-satunya Prelatur Pribadi di seluruh Gereja Katolik.

Prelatur Pribadi adalah struktur pastoral yang didirikan oleh Takhta Suci untuk melaksanakan misi khusus di dalam Gereja melintasi batas-batas keuskupan, sambil tetap berada dalam persekutuan penuh dengan para uskup setempat.

  1. APA MISI OPUS DEI?
    Misinya sederhana:
    Membantu umat Kristiani menyadari bahwa kehidupan sehari-hari adalah jalan biasa menuju kekudusan.

Para anggotanya berupaya untuk:

  • menguduskan pekerjaan mereka;
  • menguduskan diri mereka sendiri melalui pekerjaan mereka;
  • dan menguduskan orang lain melalui teladan mereka.

Ini berarti bahwa seorang guru, dokter, insinyur, petani, pengacara, mahasiswa, pemilik usaha, ibu, ayah, montir, seniman, atau pegawai negeri dapat menjadi kudus dengan setia menjalankan tanggung jawab sehari-hari dengan kasih Kristiani dan integritas.

  1. SIAPA SAJA YANG DAPAT MENJADI ANGGOTA OPUS DEI?
    Sebagian besar anggotanya adalah umat awam, sedangkan sebagian kecil lainnya adalah imam.
    Di dalam Opus Dei terdapat berbagai bentuk keanggotaan sesuai dengan panggilan masing-masing orang:

Anggota Supernumerari
Mereka merupakan mayoritas anggota.
Sebagian besar adalah pria dan wanita yang sudah menikah dan tinggal bersama keluarga mereka sambil mengejar kekudusan dalam kehidupan keluarga dan profesional sehari-hari.

Numeraries
Mereka adalah anggota yang hidup selibat yang biasanya tinggal di pusat-pusat Opus Dei dan mengabdikan diri secara lebih penuh pada kegiatan-kegiatan apostolik Prelatur sambil tetap menjalankan profesi biasa mereka.

Associates
Seperti Numeraries, Associates memilih hidup selibat tetapi biasanya tinggal bersama keluarga mereka sendiri karena keadaan pribadi atau keluarga.

Imam
Beberapa anggota awam ditahbiskan menjadi imam untuk pelayanan pastoral Prelatur.

Ada pula Persekutuan Imam Salib Suci, yang terkait erat dengan Opus Dei, yang mendukung para imam keuskupan dalam upaya mereka mencapai kekudusan sambil tetap sepenuhnya berada di bawah wewenang uskup keuskupan mereka.

  1. BAGAIMANA KEHIDUPAN DI OPUS DEI?
    Para anggota didorong untuk menjalani kehidupan Kristen biasa yang ditandai oleh:
  • doa harian;
  • partisipasi rutin dalam Misa Kudus;
  • pengakuan dosa secara teratur;
  • devosi kepada Bunda Maria;
  • studi Kitab Suci;
  • bacaan rohani;
  • karya amal;
  • keunggulan profesional;
  • dan pelayanan kepada sesama.
    Spiritualitasnya menekankan bahwa kekudusan ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, bukan dalam pengalaman-pengalaman luar biasa.
  1. MENGAPA OPUS DEI TERKADANG DISALAHPAHAMI?
    Karena Opus Dei sering digambarkan secara tidak akurat dalam novel, film, dokumenter, dan diskusi daring.

Karya-karya fiksi terkadang menggambarkan Opus Dei sebagai organisasi yang misterius, bermotif politik, atau tertutup.

Namun, Gereja Katolik mengakui Opus Dei sebagai lembaga gerejawi yang sah yang didirikan untuk membantu umat beriman bertumbuh dalam kekudusan melalui kehidupan sehari-hari.

Seperti banyak lembaga Gereja lainnya, para anggotanya adalah manusia dan karenanya tidak sempurna, tetapi spiritualitas dan misi resminya tetap berpusat pada Kristus dan panggilan universal menuju kekudusan.

  1. APA YANG DIAJARKAN OLEH GEREJA KATOLIK?
    Gereja mengajarkan bahwa setiap orang Kristen yang telah dibaptis dipanggil untuk mencapai kekudusan.

Ajaran ini ditegaskan kembali dengan kuat oleh Lumen Gentium, terutama dalam babnya tentang Panggilan Universal kepada Kesucian.

Dalam banyak hal, spiritualitas Opus Dei mencerminkan ajaran ini dengan mendorong umat Kristiani untuk mengejar kesucian dalam kehidupan sehari-hari yang biasa.

  1. MENGAPA OPUS DEI PENTING HARI INI?
    Di dunia di mana banyak orang menganggap kekudusan hanya ada di dalam gereja, biara, atau monasteri, Opus Dei mengingatkan kita bahwa:
  • kantor dapat menjadi tempat kekudusan;
  • ruang kelas dapat menjadi tempat kekudusan;
  • pasar dapat menjadi tempat kekudusan;
  • rumah tangga dapat menjadi tempat kekudusan.

Setiap tugas yang dilakukan dengan tulus dan penuh cinta kepada Allah menjadi persembahan yang berkenan di hadapan-Nya.

HARI INI, RENUNGKAN
Kekudusan tidak hanya diperuntukkan bagi orang-orang luar biasa.
Itu adalah panggilan setiap orang Kristen.

Baik kita pelajar, orang tua, pekerja, profesional, imam, atau pensiunan, Tuhan memanggil kita untuk menjadi orang kudus tepat di tempat di mana Dia telah menempatkan kita.

Pesan Opus Dei mengingatkan kita bahwa bahkan tugas-tugas harian yang paling kecil sekalipun, jika dilakukan dengan cinta, integritas, dan iman, dapat menjadi jalan yang membawa kita lebih dekat kepada Kristus.

Apakah Anda pernah mendengar tentang Opus Dei sebelum hari ini? Apa yang paling mengejutkan Anda mengenai misi sejatinya? Bagikan pemikiran Anda dengan penuh hormat di kolom komentar.

SUMBER

  • Kitab Suci (Matius 5:48; Kolose 3:17, 23–24; 1 Korintus 10:31)
  • Katekismus Gereja Katolik, nn. 898–913, 2012–2016
  • Lumen Gentium, Bab V (Panggilan Universal kepada Kekudusan)
  • Kitab Hukum Kanonik, kanon 294–297
  • Dokumen resmi Opus Dei

Berdoalah. Dapatkan inspirasi.
©Catholic Dailies