8 jan : 1. Santo Severinus, Paus; 2. Santo Lusianus Beauvais, Martir; 3. Apolinaris dari Hieropolis

1. Santo Severinus, Paus
Severinu, anak Abienus berasal dari Roma. Pada bulan Oktober 638, ia dipilih menjadi Paus. Tetapi peneguhan kepausannya ditunda selama 19 bulan karena ia dituduh menganut aliran sesat Ecthesis, yang mempertahankan pendapat bahwa Kristus hanya memiliki satu kehendak ilahi (monothelitisme).
Perlawanan besar terhadap Severinus datang dari Ishak, pemimpin dari Ravenna. Tetapi Severinus tetap tegas melawan bidaah itu. Akhirnya pada bulan Mei 640 pilihan atas dirinya sebagai Paus diteguhkan dan Severinus naik takhta kepausan. Ia meninggal duni kira-kira enam pulah hari kemudian pada bulan Agustus 640.

    2. Santo Lusianus Beauvais, Martir
    Lusianus adalah pewarta Injil terkenal di Gaul (sekarang: Prancis) pada abad ke 3. Ia datang dari Roma dan kemungkinan beliau adalah salah seorang teman Santo Dionisius dari Paris atau teman Santo Quentinus. Keberhasilannya dalam mewartakan Injil menyebabkan dia di hukum mati bersama rekan-rekannya di Beauvais pada masa pemerintahan Kaisar Yulianus kira-kira pada tahun 290.
    Peninggalannya berupa 3 buah tempat suci logam bertuliskan namanya ditemukan di sebuah biara pada abad ke 7. Menurut Rabanus Maurus, pada barang-barang peninggalannya itu terjadi banyak sekali mujizat.

    3. Apolinaris dari Hieropolis
    Serangan terhadap imam Kristen dan semua ajarannya merupakan suatu kenyataan yang dihadapi Gereja semenjak dahulu. Banyak sekali Bapa Gereja yang mashyur namanya karena membela mati-matian kebenaran iman Kristen. Apolinaris, Uskup kota Hieropolis, Phrygia, termasuk salah seorang pembela terkenal ajara iman Kristen.
    Dengan kegiatan pengajarannya dan tulisan-tulisannya, ia berhasil membela kemurnian ajaran iman Kristen dari rongrongan para bidat, terutama dari golongan Encratites dan Montanist. Ia bahkan berhasil membela ajaran iman di hadapan Kaisar Markus Aurelius. Konon pembelaannya sungguh menyakinkan kaisar berkat sebuah mujizat yang dibuatnya dihadapan kaisar di Jerman tatkala pasukan kaisar dikepung dan dipermalukan oleh Quadi di Moravia. Ke 12 legion tentaranya yang beragama Kristen itu diajaknya berdoa, sehingga musuh dapat dikalahkan dengan mudah. Hasilnya ialah pemerintah mengeluarkan suatu pengumuman untuk menarik kembali larangan terhadap agama Kristen di seluruh daerah kekuasaannya. Maka umat Kristen amat bergembira atas kemerdekaannya.