20 jan : 1. Santo Fabianus, Paus dan Sebastianus, Martir; 2. Santo Sebastianus, Martir; 3. Santo Eutimos Agung, Pengaku Iman

1. Santo Fabianus, Paus dan Sebastianus, Martir
Fabianus berasal dari Roma. Seturut cerita lisan, Fabianus memiliki sebidang lahan pertanian, di dekat kota Roma sebelum pemilihannya menjadi Paus menggantikan Paus Santo Anterus (235-236). Ia menjadi Paus pada tanggal 10 Januari 236 hingga kematiannya pada tanggal 20 Januari 250.
Selama masa kepausannya, Gereja mengalami suatu periode yang relatif tentram dan aman dari penganiayaan penguasa kekaisaran Roma. Masa aman dan tenteram ini dimanfaatkannya untuk mengatur administrasi Gereja di Roma. Ia membagi kelompok-kelompok umat ke dalam tujuh wilayah gerejani masing-masing dikepalai oleh seorang diakon. Ia juga mengangkat tujuh orang subdiakon untuk mengumpulkan laporan-laporan tertulis perihal penderitaan para martir dan bertanggung jawab terhadap pemindahan tulang belulang Sri Paus Santo Pontianus dari Sardinia ke pekuburan Santo Kallistus di Roma.
Awal bulan Januari 250, kaisar Gaius Decius (249 – 251) melancarkan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen dan tak lama kemudian memerintahkan penangkapan dan penganiayaan atas diri Paus Fabianus. Fabianus meninggal dunia pada tanggal 20 Januari dan dikuburkan di pemakaman Santo Kallistus.

2. Santo Sebastianus, Martir
Martir abad ketiga ini konon dibesarkan di Milano, Italia. Tempat dan tanggal kelahirannya yang pasti tidak diketahui.
Menurut kisah legenda, Sebastianus pergi ke Roma pada tahun 283. Di sana ia memberanikan diri masuk dalam jajaran angkatan bersenjata Romawi. Ia berhasil menjadi seorang perwira Romawi. Tujuan utamanya ialah bias lebih dekat dengan orang-orang Kristen yang dianiaya, menghibur dan meneguhkan mereka. Karena kagum akan keberanian dan kecekatan Sebastianus dalam bermain pedang, Kaisar Diokletianus (284-305) mengangkat dia menjadi pengawal istana kekaisaran. Ketika pada tahun 288 kaisar mengetahui bahwa Sebastianus pengawal istananya adalah penganut agama Kristen dan seorang penentang aksi penganiayaan terhadap orang-orang Kristen, ia menyuruh menangkap Sebastianus dan memaksa dia menyangkali imannya. Namun dengan tegas Sebastianus menolak perintah kaisar sekalipun diancam hukuman mati. Kaisar mengambil keputusan pintas: memerintahkan regu pemanah menghabisi nyawanya. Seusai penganiayaan itu, para pemanah meninggalkan Sebastianus karena yakin bahwa ia sudah mati. Tetapi ternyata ia masih hidup. Seorang wanita Kristen, Irene namanya, menemukan dia masih hidup dan membawanya ke rumah untuk dirawat.
Konon, setelah sembuh Sebastianus pergi ke istana untuk menghadap Kaisar Diokletianus. Di sana ia memperingatkan kaisar agar menghentikan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen yang tidak bersalah. Amarah kaisar memuncak, sehingga ia langsung memerintahkan tentaranya menganiaya Sebastianus sampai mati. Maka Sebastianus mati setelah aksi pembunuhan yang kedua. Jenazahnya dibuang ke dalam selokan air. Sebastianus adalah seorang martir yang sejak zaman Kristen awal sangat terkenal. Jenazahnya kemudian dikuburkan di Jl. Appia, kemungkinan di dalam katakombe yang terletak dekat basilik santo Sebastianus, Roma.

3. Santo Eutimos Agung, Pengaku Iman
Eutimos hidup antara tahun 377-473. Ia adalah imam dari Armenia yang tinggal di gua-gua Palestina. Ia mengumpulkan murid-murid dan memberikan pelajaran dan teladan hidup bertapa yang sangat disenangi. Eutimos terkenal sebagai misionaris bagi orang-orang Badui, Arab.